10/18/10

Fakta Menarik Presiden - Wakil Presiden Indonesia

Posted On 8:17 AM by batam beken 0 komentar


Beberapa Fakta Presiden dan Wakil Presiden:

Presiden termuda: Soekarno (44 tahun, 2 bulan).

Presiden tertua:
- saat mulai menjabat: BJ Habibie (61 tahun, 11 bulan).
- saat jabatan berakhir: Soeharto (76 tahun, 11 bulan).

Presiden dengan umur terpanjang: Soeharto (86 tahun, 7 bulan).

Presiden terlama: Soeharto (31 tahun, 2 bulan).

Presiden tersingkat: BJ Habibie (1 tahun, 5 bulan).

Wakil Presiden termuda: Moh. Hatta (43 tahun, 6 hari).

Wakil Presiden tertua:
- saat mulai menjabat: Boediono (66 tahun, 8 bulan).
- saat jabatan berakhir: Jusuf Kalla (67 tahun, 5 bulan), Boediono akan berumur 71 tahun jika menjabat hingga 2014.

Wakil Presiden dengan umur terpanjang: Sudharmono (78 tahun, 10 bulan).

Wakil Presiden terlama: Moh. Hatta (11 tahun, 4 bulan).

Wakil Presiden tersingkat: BJ Habibie (2 bulan, 10 hari).

Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri merupakan Presiden sekaligus Wakil Presiden dengan nama terpanjang.

Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden sekaligus Wakil Presiden wanita pertama, dan satu-satunya hingga saat ini.

Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden sekaligus Wakil Presiden pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka, dan satu-satunya Wakil Presiden hingga saat ini yang lahir setelah Indonesia merdeka.

Soekarno merupakan Presiden dengan nama terpendek.

Boediono merupakan Wakil Presiden dengan nama terpendek

BJ Habibie merupakan satu-satunya Presiden yang lahir di luar Pulau Jawa.

Moh. Hatta merupakan satu-satunya Wakil Presiden yang menjabat di lebih dari 1 kali masa jabatan.

Selain Megawati, semua Presiden dan Wakil Presiden menggunakan kopiah pada foto resminya.

Soekarno memegang rekor sebagai Presiden dengan jumlah menteri terbanyak dalam sejarah kabinet di Indonesia, yakni 132 menteri pada Kabinet Dwikora II pada tahun 1966.

Abdurrahman Wahid merupakan satu-satunya presiden yang tidak pernah melaksanakan pemilu selama masa pemerintahannya.

Soekarno merupakan satu-satunya Presiden yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Soekarno merupakan Presiden dengan jumlah istri dan anak terbanyak, yakni 9 istri dan 10 anak.

Hamengku Buwono IX merupakan Wakil Presiden dengan jumlah istri dan anak terbanyak, yakni 5 istri dan 22 anak.

Hamzah Haz merupakan Wakil Presiden pertama yang berumur lebih tua dibandingkan pendahulunya.

Belum pernah ada Presiden yang berumur lebih tua dari pendahulunya.

Hamengku Buwono IX merupakan satu-satunya Wakil Presiden yang meninggal di luar Indonesia, yakni di Washington, D.C., Amerika Serikat.



Pres/Wapres yang gambarnya pernah digunakan dalam mata uang Rupiah:
- Soekarno, berbagai pecahan antara 1945-1967 dan Rp 100.000 edisi 1999, 2004, dan 2009.
- Soeharto, Rp 50.000 edisi 1993 dan 1995.
- Hamengku Buwono IX, Rp 10.000 edisi 1992.
- Moh. Hatta, Rp 100.000 edisi 1999, 2004, dan 2009.

Pres/Wapres yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional:
- Soekarno, dianugerahi tahun 1986 oleh Presiden Soeharto.
- Moh. Hatta, dianugerahi tahun 1986 oleh Presiden Soeharto.
- Adam Malik, dianugerahi tahun 1998 oleh Presiden Habibie.
- Hamengku Buwono IX, dianugerahi tahun 2003 oleh Presiden Megawati.

Pres/Wapres yang pernah merangkap jabatan:
- Soeharto: Menteri Pertahanan (1966-1973), Panglima ABRI (1968-1973).
- Moh. Hatta: Perdana Menteri (1948-1950), Menteri Pertahanan (1948-1949).
- Hamengku Buwono IX: Gubernur DIY (1945/1950-1988).

presiden wapres gubernur


Pasangan Cawako - Cawako 2011 - 2016

Posted On 8:15 AM by batam beken 0 komentar

BATAM-Enam pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota mendaftar ke KPU Kota Batam hingga waktu pendaftaran ditutup pukul 00.00 WIB tadi malam. Lima pasangan bakal calon yang akan bertarung pada Pilwako Batam 5 Januari 2011 itu berasal dari partai politik (parpol), dan satu sisanya dari jalur independen.
Keenam pasangan bakal calon itu adalah Ahmad Dahlan-Rudi, Amir Hakim Siregar-Syamsul Bahrum, Arifin Nasir-Irwansyah, Nada Faza Soraya-Nuryanto, Ria Saptarika-Zainal Abidin, dan Insyah Fauzi-Andi Nadjib. Hj Asnah, Istono, Gani Lasya dan sejumlah nama lain yang selama ini santer disebut bakal maju, bahkan sudah gencar melakukan sosialisasi melalui spanduk dan baliho yang dipasang di pinggir-pinggir jalan dan kendaraan, tiddak datang mendaftar hingga berita ini diturunkan.

Pasangan Arifin Nasir-Irwansyah merupakan yang pertama melakukan pendaftaran yaitu pukul 13.00 WIB. Bersama partai pendukungnya, Arifin-Irwansyah bertolak dari rumah Arifin di komplek Perumahan Pemko Batam, Sekupang menuju kantor KPU Batam.

Saat berangkat, pasangan yang menamakan diri pasangan AIR (Arifin Nasir-Irwansyah) ini menyewa dua unit bus penumpang yang digunakan untuk membawa para pengurus parpol dan pendukungnya. Sementara Arifin dan Irwansyah menumpang mobil pribadi miliknya.

Pasangan ini didukung PPP dan 19 parpol gurem yang tergabung dalam koalisi parpol Batam. Di antaranya PNBK, PBB, PPDI, PMB, PBR, PSI, Partai Buruh, PIS, PKPB, Partai Republikan, Partai Kedaulatan, PDS dan partai-partai kecil lainnya. Total perolehan suara yang mereka kantongi pada Pemilu 2009 lalu mencapai 22,55 persen.

Setiba di KPU, pasangan ini diterima Ketua KPU Kota Batam Hendriyanto, Ketua Pokja Pencalonan Abdul Rahman serta anggota KPU lainnya seperti Zeindra, Ngaliman dan Netty Herawati.

Saat penyerahan berkas pencalonan dan penandatanganan dukungan oleh ketua dan sekretaris parpol pendukung sempat diwarnai aksi protes. Ketua DPC PDS Kota Batam Dameria Nadapdap mengatakan kalau dirinya adalah ketua yang sah, bukan Sudianto Silitonga. Oleh karena itu, Dameria menolak Sudianto membutuhkan tanda tangan di berkas dukungan. Sementera Sudianto tetap ngotot kalau dia adalah Ketua DPC PDS Kota Batam yang sah.

"Bapak ini tidak mempunyai hak, saya sebagai Ketua DPC merasa dilecehkan, karena terpilihnya bukan melalui muscab (musyawarah cabang)," ujar Dameria sambil menunjuk Sudianto.

Atas protes tersebut Abdul Rahman menyatakan, bahwa dukungan parpol terhadap pasangan calon yang diusung, selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi oleh KPU Kota Batam. Dalam verifikasi nantilah akan diketahui sah tidaknya kepengurusan partai di tingkat Kota Batam.

"Jika ternyata dukungan tersebut ditandatangani oleh pengurus yang tidak sah, maka KPU Kota Batam akan mengeluarkan dukungan parpol tersebut kepada pasangan calon," tegas Abdul Rahman.

Terkait dengan protes yang dilakukan Dameria Nadapdap, Arifin Nasir menjelaskan bahwa sah tidaknya dukungan tergantung dari hasil verifikasi KPU Kota Batam. Meski begitu, Arifin tetap optimis akan lolos dalam verifkasi tersebut. Mengingat pasangan Arifin Nasir-Irwansyah mendapat dukungan sebanyak dari 22,25 persen perolehan suara pada pemilu legislatif lalu. Dan dukungan tersebut sudah melebihi dari syarat dukungan minimal, yakni sebanyak 15 persen.

"Masih ada 7 persen dukungan yang bias, dan kita masih dalam posisi yang aman," ungkap Arifin Nasir didampingi Irwansyah yang terlihat kompak dengan mengenakan kemeja berwarna putih.

Irwansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, dari 20 parpol tersebut bisa saja 1 atau 2 parpol terdapat kepengurusan ganda namun demikian pihaknya tetap optimis ditetapkan KPU sebagai pasangan calon walikota dan calon wakil walikota.  Setelah pendaftaran dalam satu dua hari ke depan, pihaknya segera membentuk tim pemenangan pasangan AIR.

Ketua DPW PPP Kepri Ahars Sulaiman menyatakan mendukung penuh pasangan Arifin-Irwansyah yang telah diputuskan institusi partai maju Pilwako. "Kehadiran pengurus DPW, anggota DPRD dari PPP seluruhnya dan Wakil Sekretaris DPP PPP menunjukkan bahwa PPP solid dalam mendukung pasangan calon," ujar Ahars.

Setelah pasangan Arifin Nasir-Irwansyah, kemudian dilanjutkan pasangan dr Amir Hakim Siregar-Syamsul Bahrum yang mendaftar ke KPU Batam. Pasangan yang didukung Hanura, PPRN, PPIB, PNI Marhaenisme, dan PKNU ini, tiba di KPU pukul 16.30 WIB. Mereka langsung menuju ke ruang Ketua Pokja Pendaftaran Abdul Rahman. Sementara pendukungnya yang berjumlah puluhan menunggu di luar.

Partai pengusung pasangan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SPOG) dan doktor ini memiliki total 10 kursi di DPRD Kota Batam atau 22,22 persen. Angka ini melebihi syarat minimal untuk mengajukan calon, yakni 15 persen dari total kursi DPRD. Hanura yang dipimpin Amir Hakim memiliki 4 kursi ditambah masing-masing dua kursi dari PPRN dan PPIB serta PNI Marhaenisme dan PKPI masing-masing satu kursi.

Dr Amir Hakim Siregar didampingi Syamsul Bahrum usai mendaftarkan dirinya ke KPU kepada Sijori Mandiri mengatakan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah membentuk tim sukses yang solid agar dapat memenangkan pemilihan. "Kami secara resmi sudah mendaftar ke KPU. Dan langkah selanjutnya kami akan membentuk sebuah tim yang lebih solid lagi, dalam memenangkan Pemilukada kali ini. Tentu tidak terlepas dari visi dan misi kami ke depan untuk membangun Batam, bila kelak kami terpilih oleh masyarakat sebagai walikota dan wakil walikota lima tahun mendatang," kata Amir Hakim.

Bila dipercaya, kata Hakim, maka yang akan dilakukan pertama kali adalah mensejahterakan masyarakat. Bila masyarakat sejahtera maka kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta lapangan kerja kerja yang mereka ingin bisa terwujud.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut dia, semua elemen masyarakat mulai dari pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh agama sampai aparat penegak hukum harus saling bahu-membahu. Sehingga kondisi aman dan nyaman dapat berjalan dengan baik sesuai harapan.

Pasangan lain yang mendaftar pada malam harinya adalah Ria Saptarika-Zainal Abidin. Pasangan ini memenuhi syarat untuk maju karena memiliki total 9 kursi di DPRD Batam, 5 dari Golkar dan 4 dari PKS.

Sama dengan pasangan lain, selain didampingi istri masing-masing, pasangan ini datang dengan didampingi pengurus partai pengusung. Pasangan ini termasuk yang paling lambat terbentuk dibanding pasangan lain. Itu karena karena PKS sebelumnya berharap bisa bergandengan dengan PDIP untuk mengusung Ria Saptarika-Nuryanto. Golkar sendiri sebelumnya telah memutuskan mengusung mantan Walikota Batam Nyat Kadir berpasangan dengan Zainal Abidin. Nyat Kadir akhirnya mundur sehingga membuka jalan bagi Ria Saptarika yang kini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Batam maju sebagai calon walikota berpasangan dengan Zainal Abidin.

Setelah Ria-Zainal, disusul pasangan Nada Faza Soraya-Nuryanto yang datang mendaftar ke KPU. Saat mendaftar, pasangan ini juga didampingi  para pengurus partai yang mengusungnya yakni PDIP dan Gerindra. Pada pemilu lalu, PDIP berhasil meraih 6 kursi, sementara Gerindra meraih 1 kursi. Gabungan kedua partai itu, memenuhi syarat pendaftaran ke KPU Batam.

Pasangan berikutnya yang mendaftar adalah incumbent Ahmad Dahlan yang berpasangan dengan Ketua DPC PKB Kota Batam Rudi. Pasangan Dahlan-Rudi didukung Partai Demokrat yang memiliki 7 kursi di DPRD Kota Batam, PKB 4 kursi, PAN 4 kursi dan PKPI 1 kursi. Total kekuatan pasangan ini 16 kursi atau paling besar dari seluruh calon. Pasangan ini juga didampingi para pengurus partai pengusung saat mendaftar.

Dan yang terakhir mendaftar adalah pasangan Insyah Fauzi dan Andi Nadjib. Meski maju dari jalur perseorangan, pasangan ini juga didampingi sejumlah orang. Mereka di antaranya para tokoh LSM, aktivis dan orang terdekat Insyah Fauzi dan Andi Nadjib.


Mega Proyek SBY - Boediono

Posted On 8:12 AM by batam beken 0 komentar



Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono berjanji akan merampungkan sejumlah proyek-proyek besar sebelum pemerintahannya berakhir pada 2014.
"Proyek-proyek ini ditarget sampai 2014," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seperti ditulis VIVAnews, Senin 4 Oktober 2010.
Menurut Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Deddy S Priatna, jumlah proyek besar itu cukup banyak. Tak hanya di Jawa, kata Deddy, sederet proyek besar itu mencakup darat, perhubungan laut, udara, penyeberangan dan kereta api.
"Oktober ditetapkan prioritas sampai 2014. Baru kemudian bicara anggaran yang disediakan," kata Deddy.
Karena ini merupakan proyek-proyek raksasa, maka dana yang dibutuhkan juga sangat besar. Karena itu, Djoko menekankan pendanaan tidak bisa dibiayai pemerintah sendiri. Semua proyek masuk kategori multi years dan umumnya mendapat dukungan dari swasta. "Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hanya sebagai stimulan."
Berbeda dengan pemerintah Soekarno yang membangun proyek "mercusuar" yang menjadi ikon Indonesia, seperti Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional.
Sedangkan, pemerintah SBY-Boediono lebih memilih membangun proyek-proyek infrastruktur untuk mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi. Berikut ini proyek-proyek yang dijanjikan tuntas sebelum 2014.

1. Jalan Tol Trans Jawa
http://maryamingty.files.wordpress.com/2010/03/jalan-tol1-medan.jpg
Jalan tol Trans Jawa merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. Panjangnya 650 kilometer menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa. Dana yang dibutuhkan tidak main-main, puluhan triliun rupiah. Bayangkan, untuk membebaskan lahannya saja membutuhkan duit Rp5 triliun. Sebagian ruas sudah selesai seperti Tol Palimanan-Kanci di Cirebon, sebagian sedang dibangun dan dibebaskan lahannya. Jika jalan tol ini selesai, dipastikan bakal mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa.

2. Jalan Tol Jabodetabek
http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/menteri-pu-desak-jasa-marga-percepat-pembangunan-jalan-tol-transjawa.jpg
Jalan tol Jabodetabek ini mencakup jalan tol di lingkungan Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah tengah menuntaskan pembangunan jalan tol dalam kota Jakarta, jalan tol lingkar luar Jakarta tahap II, jalan tol lingkar luar Bogor, serta jalan tol akses ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

3. Perluasan Pelabuhan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_5HUpSxsYlYGf2Kh1w9EuxvJgmmFH_Ee3ZFOdB-Tf-tN-c6bxcVEVETQuv6Qr3xbLZD1AwAUPmOQIo8V6HDExEHXWsEb2yoFUrveHPt_lXnDbi4nHTBaj1cGvIyDSgsxCPvkGaW79JRw/s1600/PELABUHAN.jpg
Agenda besar mengembangkan sejumlah pelabuhan, salah satunya pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Dengan demikian, Priok bisa menampung kapal berkapasitas besar dari 3.000 teus menjadi 5.000 teus. Untuk itu, Priok akan melakukan reklamasi besar-besaran karena membutuhkan lahan 270 hektare. Total investasi itu diperkirakan mencapai Rp22 triliun.

4. Jalan Lintas Pulau
http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/jalan-lobang.jpg
Selain jalan tol, pemerintah SBY menjanjikan akan membangun jalan lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Totalnya sepanjang total 19.370 kilometer pada 2014.

5. Pembangkit Listrik 10.000 Megawatt Tahap II
http://khanzaku.files.wordpress.com/2010/01/middelgrunden.jpg
Pembangunan pembangkit listrik tahap II juga merupakan salah satu agenda pemerintah SBY setelah membangun Pembangkit Listrik Tahap I. Sebagian dari proyek pembangkit listrik tersebut akan mengandalkan sumber energi batu bara.

6. Mas Rapit Transit (MRT)
MRT Jakarta merupakan salah satu agenda besar angkutan transportasi massal. Ini sebenarnya sudah dibahas sejak 1985, namun mulai ada titik terang pada 2005, pada masa kabinet SBY tahap pertama. Meski sudah mulai digarap, namun proyek raksasa ini tidak akan tuntas 2014. Diperkirakan baru bisa terwujud 2016. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp16 triliun.


Presiden Wanita Pertama di Dunia

Posted On 8:09 AM by batam beken 0 komentar

taukahkamuGuyana Janet Jagan adalah presiden wanita pertama Guyana, sebuah Negara kecil di Afrika Selatan. (dia juga adalah Presiden wanita pertama di dunia)


Janet Rosenberg lahir di Chicago tahun 1920. Dia menikah dengan Jagan dan pindah ke Guyana tahun 1943. Sebelunya, Janet seorang wartawan dan advokat untuk membela hak-hak perempuan dan pekerja di sepanjang Karibia dan Guyana, yang pernah menjadi koloni Inggris.
Dia bersumpah setelah suaminya meninggal pada tahun 1997 dan setahun kemudian dia memenangi pemilihan presiden di negara yang dihuni oleh kebanyakan etnik Afrika dan India itu. Namun, Janet mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden pada tahun 1999 karena alasan kesehatan.


Boaz Solossa Di incar Tim Seri A

Posted On 8:06 AM by batam beken 0 komentar




Penampilan rancak striker muda Indonesia Boaz Solossa ketika berhadapan dengan Uruguay kemarin rupanya memikat salah satu klub Serie A Italia untuk merekrutnya.

Adalah Cesena. Tim yang saat ini sedang berjuang di Serie A, yang menyatakan minat untuk memboyong striker keling ini ke kompetisi tertinggi sepakbola Italia tersebut. “Dia punya bakat, tapi tidak di tempat yang tepat,” kata pelatih Cesena, Massimo Ficcadenti.


Cesena yang sedang menempati papan tengah, tepatnya posisi 12 pekan ini, dikabarkan sedang mencari tambahan pemain berharga murah, dan menemukan Boaz saat laga persahabatan Indonesia melawan Uruguay pada tanggal 7 Oktober lalu.


Selanjutnya Ficcadenti mengatakan bahwa Boaz adalah pemain yang memiliki 3 hal penting, yakni pace, skill dan power. “Dia akan menjadi penyerang buas.” paparnya.


Bila Boaz jadi masuk di tim Cesena, ia harus berjuang keras agar bisa menembus tim inti, pasalnya Cesena sekarang dihuni oleh 6 penyerang, termasuk Erjon Bogdani, penyerang asal Albania yang sudah mencetak 3 gol musim ini.


Tidak hanya itu, kepindahan Boaz ke Serie A pun disinyalir akan menjadi sulit bila melihat sistem birokrasi sepakbola Indonesia saat ini. Boaz bisa-bisa bernasib sama dengan kedua seniornya, Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandi yang gagal dikontrak tim Serie A Sampdoria karena terbentur intervensi PSSI tahun 1998 lalu.


Namun, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid membantah akan mempersulit pemain-pemain Indonesia yang hendak berlaga di luar negeri.”Tidak ada hal semacam itu, buktinya Bambang (BePe) dan Ellie (Alboy) pernah bermain di Malaysia.” katanya. “Tentu saja klub wajib untuk melakukan pembicaraan dengan PSSI terlebih dahulu,” imbuhnya kemudian.


Hingga saat ini, Cesena belum mengadakan pembicaraan mengenai ketertarikan mereka terhadap Boas, baik kepada PSSI, maupun klub Boaz sekarang, Persipura Jayapura. “Kami masih mencermati perkembangan selanjutnya,” kata Ficcadenti, yang juga merangkap sebagai manajer Cesena.


Wah, semoga jadi kenyataan ya, udah ga sabar liat Garuda Muda mengepakkan sayapnya lagi di kancah internasional


Bocah Jenius Termuda

Posted On 8:04 AM by batam beken 0 komentar







BOCAH ini baru berumur dua tahun empat bulan, tepatnya 845 hari. Namanya Elise Tan Roberts. Ia resmi masuk sebagai anggota Mensa, mengalahkan Ben Woods. Ben masuk jadi anggota Mensa pada usia 1.035 hari tahun 1990.


Mensa merupakan kelompok masyarakat yang memiliki intelijen tinggi atau jenius. Kelompok yang berpusat di Inggris ini menjaring orang-orang jenis.


Intelijen atau IQ Elise Tan hanya sedikit di bawah sang jenius Albert Einstein. Ia sudah bisa bicara pada usia lima bulan, sudah bisa berjalan di usia delapan bulan. Kini, Elise sudah bisa menghapal 35 ibu kota di dunia.


“Ia sangat pandai bicara. Kami tak pernah mengajarinya. Kami tak tahu darimana ia menghapal kota-kota di dunia ini. Dia kelihatannya sangat senang belajar,” kata sang ibu yang berusia 28 tahun, Louise kepada Daily Mirror.


Mensa pun mengakui bahwa Elise merupakan anggota termuda, mengalahkan Ben Woods yang sudah memegang rekor anggota termuda hampir dua dekade.


Tahun 2007, ada anggota muda tapi belum mengalahkan Ben Woods. Namanya Georgia Brown. Ia masuk jadi anggota Mensa pada usia 1.041 hari, sementara Woods 1.035 hari.


Berapa IQ Elise Tan. Menurut Mensa, Elise memiliki IQ 156. Sangat jenius. Pengujian IQ Elise dilakukan dengan standar Stanford-Binet Intelligence Scale tes. Sekadar berpandingan, Einstein memiliki IQ 160.


ELISE Tan Roberts dinobatkan sebagai bocah paling cerdas di Inggris, setelah dia masuk sebagai anggota termuda Mensa. Mensa merupakan semacam paguyuban masyarakat jenius.


Harian Daily Mirror mengangkat Elise sebagai berita utama atau headline. Koran ini secara khusus mewawancara Elise selama beberapa jam, untuk melihat kecepatannya dalam memberikan reaksi. Ia ternyata sangat percaya diri dalam menjawab setiap pertanyaan. Ia juga bisa menghitung sampai 10 dalam bahasa Spanyol.


Dengan IQ 156, Elise sudah mengalahkan Carol Vorderman yang memiliki IQ 154. Hanya empat poin di bawah IQ Albert Einstein.


Untuk mengurusi Elise, Louise dan suaminya, Edward (34), justru berlaku biasa saja. Mereka tak pernah membedakan Elise dengan teman-temannya. Louise dan Edward justru menciptakan suasana yang menyenangkan agar tak membebani Elise.


Suatu saat, Elise didudukan dan diberi tahu beberapa soal. Ternyata, Elise mengingatnya dengan sempurna.


Professor Joan Freeman, seorang psikolog pendidikan, pun mengagumi memori yang dimiliki Elise. “Anak ini luar biasa, terutama ingatannya,” kata Prof Freeman.


Elise tetap gemar bermain boneka, berjoget kala mendengar musik yang disukainya. Acara TV yang disukai adalah Mickey Mouse Club dan Super Why. Yang berbeda adalah ketika Elise mulai menanyakan sesuatu dan selalu mengingat detail dari penjelasan orangtuanya.

Ia pernah bicara dengan rumput. Ia sering bertanya-tanya kepada bunga.

Ia selalu melayani orang-orang yang baru dikenalnya. Penampilannya menyenangkan. Ini yang membedakan dengan anak-anak seusianya.


Di sekolah anak-anak atau playgroup, ia sering mengajari rekan-rekannya. Elise selalu hati-hati.

“Biasanya anak-anak tak mengerti bahaya saat berada di tangga. Tapi Elise selalu mengingatkan teman-temannya untuk hati-hati. Kami tak tahu bagaimana ia tahu hal-hal seperti itu,” kata Louise


Kisah G30S, Terungkap! Pertautan Alm. Soeharto-Untung

Posted On 8:02 AM by batam beken 0 komentar

sebentar lagi 30 September, berita berikut adalah untuk menambah wawasan agan-agan sekalian yang belum tau kebenarannya
Spoiler for G30S:

Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih,” kata Untung kepada Soebandrio.

Itulah perkataan Untung sesaat sebelum dijemput petugas seperti ditulis Soebandrio dalam buku Kesaksianku tentang G30S. Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.


Keyakinan Untung bahwa ia bakal diselamatkan Soeharto adalah salah satu “misteri” tragedi September-Oktober. Kisah pembunuhan para jenderal pada 1965 adalah peristiwa yang tak habis-habisnya dikupas. Salah satu yang jarang diulas adalah spekulasi kedekatan Untung dengan Soeharto.


Memperingati tragedi September kali ini, Koran Tempo bermaksud menurunkan edisi khusus yang menguak kehidupan Letkol Untung. Tak banyak informasi tentang tokoh ini, bahkan dari sejarawan “Data tentang Untung sangat minim, bahkan riwayat hidupnya,” kata sejarawan Asvi Warman Adam.


Potongannya seperti preman

Tempo berhasil menemui saksi hidup yang mengenal Letkol Untung. Salah satu saksi adalah Letkol CPM (Purnawirawan) Suhardi. Umurnya sudah 83 tahun. Ia adalah sahabat masa kecil Untung di Solo dan bekas anggota Tjakrabirawa. Untung tinggal di Solo sejak umur 10 tahun. Sebelumnya, ia tinggal di Kebumen. Di Solo, ia hidup di rumah pamannya, Samsuri. Samsuri dan istrinya bekerja di pabrik batik Sawo, namun tiap hari membantu kerja di rumah Ibu Wergoe Prajoko, seorang priayi keturunan trah Kasunan, yang tinggal di daerah Keparen, Solo. Wergoe adalah orang tua Suhardi.


“Dia memanggil ibu saya bude dan memanggil saya Gus Hardi,” ujar Suhardi. Suhardi, yang setahun lebih muda dari Untung, memanggil Untung: si Kus. Nama asli Untung adalah Kusman. Suhardi ingat, Untung kecil sering menginap di rumahnya. Tinggi Untung kurang dari 165 sentimeter, tapi badannya gempal.


“Potongannya seperti preman. Orang-orang Cina yang membuka praktek-praktek perawatan gigi di daerah saya takut semua kepadanya,” kata Suhardi tertawa. Menurut Suhardi, Untung sejak kecil selalu serius, tak pernah tersenyum. Suhardi ingat, pada 1943, saat berumur 18 tahun, Untung masuk Heiho. “Saya yang mengantarkan Untung ke kantor Heiho di perempatan Nonongan yang ke arah Sriwedari.”


Setelah Jepang kalah, menurut Suhardi, Untung masuk Batalion Sudigdo, yang markasnya berada di Wonogiri. “Batalion ini sangat terkenal di daerah Boyolali. Ini satu-satunya batalion yang ikut PKI (Partai Komunis Indonesia),” kata Suhardi. Menurut Suhardi, batalion ini lalu terlibat gerakan Madiun sehingga dicari-cari oleh Gatot Subroto.


Clash yang terjadi pada 1948 antara Republik dan Belanda membuat pengejaran terhadap batalion-batalion kiri terhenti. Banyak anggota batalion kiri bisa bebas. Suhardi tahu Untung kemudian balik ke Solo. “Untung kemudian masuk Korem Surakarta,” katanya. Saat itu, menurut Suhardi, Komandan Korem Surakarta adalah Soeharto. Soeharto sebelumnya adalah Komandan Resimen Infanteri 14 di Semarang. “Mungkin perkenalan awal Untung dan Soeharto di situ,” kata Suhardi.


Keterangan Suhardi menguatkan banyak tinjauan para analisis. Seperti kita ketahui, Soeharto kemudian naik menggantikan Gatot Subroto menjadi Panglima Divisi Diponegoro. Untung lalu pindah ke Divisi Diponegoro, Semarang. Banyak pengamat melihat, kedekatan Soeharto dengan Untung bermula di Divisi Diponegoro ini. Keterangan Suhardi menambahkan kemungkinan perkenalan mereka sejak di Solo.


Hubungan Soeharto-Untung terjalin lagi saat Soeharto menjabat Panglima Kostrad mengepalai operasi pembebasan Irian Barat, 14 Agustus 1962. Untung terlibat dalam operasi yang diberi nama Operasi Mandala itu. Saat itu Untung adalah anggota Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang lebih dikenal dengan Banteng Raiders.


Di Irian, Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. Sebelum Operasi Mandala, Untung telah berpengalaman di bawah pimpinan Jenderal Ahmad Yani. Ia terlibat operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat, pada 1958. Di Irian, Untung menunjukkan kelasnya. Bersama Benny Moerdani, ia mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.


Dalam sejarah Indonesia, hanya beberapa perwira yang mendapatkan penghargaan ini. Bahkan Soeharto, selaku panglima saat itu, hanya memperoleh Bintang Dharma, setingkat di bawah Bintang Sakti.


“Kedua prestasi inilah yang menyebabkan Untung menjadi anak kesayangan Yani dan Soeharto,” kata Kolonel Purnawirawan Maulwi Saelan, mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, atasan Untung di Tjakrabirawa, kepada Tempo.


Untung masuk menjadi anggota Tjakrabirawa pada pertengahan 1964. Dua kompi Banteng Raiders saat itu dipilih menjadi anggota Tjakrabirawa. Jabatannya sudah letnan kolonel saat itu.


Anggota Tjakrabirawa dipilih melalui seleksi ketat. Pangkostrad, yang kala itu dijabat Soeharto, yang merekomendasikan batalion mana saja yang diambil menjadi Tjakrabirawa.


“Adalah menarik mengapa Soeharto merekomendasikan dua kompi Batalion Banteng Raiders masuk Tjakrabirawa,” kata Suhardi.


Sebab, menurut Suhardi, siapa pun yang bertugas di Jawa Tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan Madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks PKI Madiun.”


Di Tjakrabirawa, Untung menjabat Komandan Batalion I Kawal Kehormatan Resimen Tjakrabirawa. Batalion ini berada di ring III pengamanan presiden dan tidak langsung berhubungan dengan presiden. Maulwi, atasan Untung, mengaku tidak banyak mengenal sosok Untung.


Suhardi masuk Tjakrabirawa sebagai anggota Detasemen Pengawal Khusus. Pangkatnya lebih rendah dibanding Untung. Ia letnan dua. Pernah sekali waktu mereka bertemu, ia harus menghormat kepada Untung. Suhardi ingat Untung menatapnya. Untung lalu mengucap, “Gus, kamu ada di sini….”


Menurut Maulwi, kedekatan Soeharto dengan Untung sudah santer tersiar di kalangan perwira Angkatan Darat pada awal 1965. Para perwira heran mengapa, misalnya pada Februari 1965, Soeharto yang Panglima Kostrad bersama istri menghadiri pesta pernikahan Untung di desa terpencil di Kebumen, Jawa Tengah.


“Mengapa perhatian Soeharto terhadap Untung begitu besar?” Menurut Maulwi, tidak ada satu pun anggota Tjakra yang datang ke Kebumen. “Kami, dari Tjakra, tidak ada yang hadir,” kata Maulwi.


Dalam bukunya, Soebandrio melihat kedatangan seorang komandan dalam pesta pernikahan mantan anak buahnya adalah wajar. Namun, kehadiran Pangkostrad di desa terpencil yang saat itu transportasinya sulit adalah pertanyaan besar. “Jika tak benar-benar sangat penting, tidak mungkin Soeharto bersama istrinya menghadiri pernikahan Untung,” tulis Soebandrio. Hal itu diiyakan oleh Suhardi. “Pasti ada hubungan intim antara Soeharto dan Untung,” katanya.


Soeharto: Sikat saja, jangan ragu


Dari mana Letkol Untung percaya adanya Dewan Jenderal? Dalam bukunya, Soebandrio menyebut, di penjara, Untung pernah bercerita kepadanya bahwa ia pada 15 September 1965 mendatangi Soeharto untuk melaporkan adanya Dewan Jenderal yang bakal melakukan kup. Untung menyampaikan rencananya menangkap mereka.

“Bagus kalau kamu punya rencana begitu. Sikat saja, jangan ragu-ragu,” demikian kata Soeharto seperti diucapkan Untung kepada Soebandrio.
Spoiler for dalang?:


Bila kita baca transkrip sidang pengadilan Untung di Mahkamah Militer Luar Biasa pada awal 1966, Untung menjelaskan bahwa ia percaya adanya Dewan Jenderal karena mendengar kabar beredarnya rekaman rapat Dewan Jenderal di gedung Akademi Hukum Militer Jakarta, yang membicarakan susunan kabinet versi Dewan Jenderal.

Maulwi melihat adalah hal aneh bila Untung begitu percaya adanya informasi kudeta terhadap presiden ini. Sebab, selama menjadi anggota pasukan Tjakrabirawa, Untung jarang masuk ring I atau ring II pengamanan presiden. Dalam catatan Maulwi, hanya dua kali Untung bertemu dengan Soekarno. Pertama kali saat melapor sebagai Komandan Kawal Kehormatan dan kedua saat Idul Fitri 1964. “Jadi, ya, sangat aneh kalau dia justru yang paling serius menanggapi isu Dewan Jenderal,” kata Maulwi.

Menurut Soebandrio, Soeharto memberikan dukungan kepada Untung untuk menangkap Dewan Jenderal dengan mengirim bantuan pasukan. Soeharto memberi perintah per telegram Nomor T.220/9 pada 15 September 1965 dan mengulanginya dengan radiogram Nomor T.239/9 pada 21 September 1965 kepada Yon 530 Brawijaya, Jawa Timur, dan Yon 454 Banteng Raiders Diponegoro, Jawa Tengah. Mereka diperintahkan datang ke Jakarta untuk defile Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober.

Pasukan itu bertahap tiba di Jakarta sejak 26 September 1965. Yang aneh, pasukan itu membawa peralatan siap tempur. “Memang mencurigakan, seluruh pasukan itu membawa peluru tajam,” kata Suhardi. Padahal, menurut Suhardi, ada aturan tegas di semua angkatan bila defile tidak menggunakan peluru tajam. “Itu ada petunjuk teknisnya,” ujarnya.

Pasukan dengan perlengkapan siaga I itu kemudian bergabung dengan Pasukan Kawal Kehormatan Tjakrabirawa pimpinan Untung. Mereka berkumpul di dekat Monumen Nasional.

Soeharto melewati pasukan yang hendak membunuh 7 jenderal

Dinihari, 1 Oktober 1965, seperti kita ketahui, pasukan Untung bergerak menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. Malam itu Soeharto , menunggui anaknya, Tommy, yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Di rumah sakit itu Kolonel Latief, seperti pernah dikatakannya sendiri dalam sebuah wawancara berusaha menemui Soeharto.

Dalam perjalanan pulang, Soeharto seperti diyakini Subandrio dalam bukunya, sempat melintasi kerumunan pasukan dengan mengendarai jip. Ia dengan tenangnya melewati pasukan yang beberapa saat lagi berangkat membunuh para jenderal itu.

Adapun Untung, menurut Maulwi, hingga tengah malam pada 30 September 1965 masih memimpin pengamanan acara Presiden Soekarno di Senayan. Maulwi masih bisa mengingat pertemuan mereka terakhir terjadi pada pukul 20.00. Waktu itu Maulwi menegur Untung karena ada satu pintu yang luput dari penjagaan pasukan Tjakra. Seusai acara, Maulwi mengaku tidak mengetahui aktivitas Untung selanjutnya.

Ketegangan hari-hari itu bisa dirasakan dari pengalaman Suhardi sendiri. Pada 29 September, Suhardi menjadi perwira piket di pintu gerbang Istana. Tiba-tiba ada anggota Tjakra anak buah Dul Arief, peleton di bawah Untung, yang bernama Djahurup hendak masuk Istana. Menurut Suhardi, tindakan Djahurup itu tidak diperbolehkan karena tugasnya adalah di ring luar sehingga tidak boleh masuk. “Saya tegur dia.”

Pada 1 Oktober pukul 07.00, Suhardi sudah tiba di depan Istana. “Saya heran, dari sekitar daerah Bank Indonesia, saat itu banyak tentara.” Ia langsung mengendarai jip menuju markas Batalion 1 Tjakrabirawa di Tanah Abang.

Yang membuatnya heran lagi, pengawal di pos yang biasanya menghormat kepadanya tidak menghormat lagi.

“Saya ingat yang jaga saat itu adalah Kopral Teguh dari Banteng Raiders,” kata Suhardi. Begitu masuk markas, ia melihat saat itu di Tanah Abang semua anggota kompi Banteng Raiders tidak ada.

Begitu tahu hari itu ada kudeta dan Untung menyiarkan susunan Dewan Revolusi, Suhardi langsung ingat wajah sahabat masa kecilnya dan sahabat yang sudah dianggap anak oleh ibunya sendiri tersebut. Teman yang bahkan saat sudah menjabat komandan Tjakrabirawa bila ke Solo selalu pulang menjumpai ibunya. “Saya tak heran kalau Untung terlibat karena saya tahu sejak tahun 1948 Untung dekat dengan PKI,” katanya.

Kepada Oditur Militer pada 1966, Untung mengaku hanya memerintahkan menangkap para jenderal guna dihadapkan pada Presiden Soekarno. “Semuanya terserah kepada Bapak Presiden, apa tindakan yang akan dijatuhkan kepada mereka,” jawab Untung.

Heru Atmodjo, Mantan Wakil Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara, yang namanya dimasukkan Untung dalam susunan Dewan Revolusi, mengakui Sjam Kamaruzzaman- lah yang paling berperan dalam gerakan tersebut. Keyakinan itu muncul ketika pada Jumat, 1 Oktober 1965, Heru secara tidak sengaja bertemu dengan para pimpinan Gerakan 30 September: Letkol Untung, Kolonel Latief, Mayor Sujono, Sjam Kamaruzzaman, dan Pono. Heru melihat justru Pono dan Sjam-lah yang paling banyak bicara dalam pertemuan itu, sementara Untung lebih banyak diam.

“Saya tidak melihat peran Untung dalam memimpin rangkaian gerakan atau operasi ini (G-30-S),” kata Heru saat ditemui Tempo.

Soeharto: Letkol Untung murid pimpinan PKI

Soeharto, kepada Retnowati Abdulgani Knapp, penulis biografi Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President, pernah mengatakan memang kenal dekat dengan Kolonel Latif maupun Untung. Tapi ia membantah isu bahwa persahabatannya dengan mereka ada kaitannya dengan rencana kudeta.

“Itu tak masuk akal,” kata Soeharto. ”Saya mengenal Untung sejak 1945 dan dia merupakan murid pimpinan PKI, Alimin. Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” katanya kepada Retnowati.

Demikianlah Untung. Kudeta itu bisa dilumpuhkan. Tapi perwira penerima Bintang Sakti itu sampai menjelang ditembak pun masih percaya bakal diselamatkan.
sumber :kaskus